Pada Pertemuan dengan Anindya



Abror Y Prabowo
Pada Pertemuan dengan Anindya

Ruang tamu membeku. Kata-kata menggigil
di lidah kita. Tak ada puisi yang hangat kecuali
kesunyian. Dan matamu melemparkan lamunan
yang memukul-mukul kaca jendela.

: Entahlah, tiba-tiba aku ingin mengusap air matamu.

Jakarta, 2014

0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates