Menari Cinta di Pattaya



Abror Y Prabowo
Menari Cinta di Pattaya

Di taman kota rembulan telanjang di atas pagoda.
Mega-mega berarak. Bersorak merayakan sepi hatimu.
Di balkon lantai tujuh kabut mengepung rasa gelisah kita.
Lalu melemparkannya menjadi jutaan kata-kata.

Aku tengah merampungkan sebuah puisi saat wajahmu
mengapung di gelas kopi. Jejak parfummu mengental
di tepian ranjang. Jam berdetak. Membangkitkan ombak
yang bergulung dari balik matamu. Kemana hendak kau
labuhkan rindu? Sementara di dermaga itu
sajak telah beranjak lebih dulu.

Sisa anggur membeku. Seperti Desember
membiru di kalbu. Langit kamar bercahaya
persis dada yang kau buka. “Lihatlah aku menari,” desahmu.
Bibirmu merah bagai teluk Pattaya yang basah.
Sedang tubuh telah menjadi gerimis.

Bangkok, 2010

0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates