Hari Ini Senja Kedua



Abror Y Prabowo
Hari Ini Senja Kedua
: Istri

Hari ini senja kedua. Angin mengirim takbir.
Di pintu Masjidil Haram tiba-tiba kau sodorkan sepotong mega
dari senja sebelumnya. "Maghrib hampir tiba," katamu.
Lalu dzikir menjadi begitu hening seperti mata air.
Begitu dingin seperti musim yang ingin kau tinggali
dengan beludru dan jaket bulu. Air wudhu
berulang menggambar hatiku yang rusuh.
Jarum jam di angkasa diam-diam menghitung usia
Dan aku berkali gagal menafsir metafora
di balik bening matamu

Engkau telah mengembalikanku pada jalan menuju rumah ibu, Gus.
Jalan yang hampir terlupa karena senyatanya telah lama
kutanak kesombongan di atas tungku yang kusebut akal sehat.
Atas nama rasionalitas pula aku telah membunuh kemurnian
kata-kata dalam sebuah puisi.

Di Multazam engkau berbisik, "Kau lupa menyimpan kembali ayatmu."
: Berdoalah. Ia menunggumu.

Makkah, 2011

0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates